Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Friday, October 22, 2021

From ornamental to Edible Plant: Mitigasi Perubahan Iklim bidang pangan

October 22, 2021 1


Tahukah kamu jika perubahan iklim mengancam ketahanan pangan? Merujuk laporan tahunan PBB berjudul “Kondisi Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia”, pada tahun 2017, jumlah penderita kekurangan gizi di dunia menjadi 821 juta orang. Hal ini antara lain akibat dampak cuaca ekstrim, seperti curah hujan  dan suhu ekstrim, kekeringan, badai, serta banjir.

Indonesia sendiri dalam tahun-tahun kedepan akan terancam ketahanan  pangannya karena perubahan iklim. Riset yang dilakukan Supari, seperti yang dikutip dari buku Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan karya Ahmad Arif, menemukan bahwa naiknya tingkat curah hujan  di indonesia terjadi di utara garis khatulistiwa, terutama sumatera bagian tengah dan  utara serta kalimantan bagian timur. Sebaiknya, di wilayah indonesia bagian selatan garis khatulistiwa, misalnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, curah hujan justru berkurang.

Riset lain berupa pemodelan iklim yang dilakukan Supari dan para peneliti lain dari berbagai negara bahkan menunjukan bahwa deret hari kering dalam setahun di indonesia mendatang akan bertambah panjang hingga 20%. Tentu ini adalah sinyal berbahaya bagi ketahanan pangan indonesia, terlebih wilayah selatan garis Khatulistiwa adalah lumbung pangan.

Mitigasi Ketahanan Pangan dari Rumah

Kebutuhan akan pangan yang terus meningkat, tidak diiringi dengan peningkatan produksi yang signifikan. Terlebih  penyediaan pangan kedepan juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya bakal makin dirasakan oleh umat manusia. Lantas apa yang dapat dilakukan?

Mitigasi perubahan iklim sebagai langkah mengurangi dampak kerugian akibat perubahan iklim, khususnya pada ketersediaan pangan tentu perlu dilakukan. Langkah mitigasi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga dapat dilakukan oleh masyarakat umum, termasuk kaum muda. Kita dapat melakukan hal kecil dan dimulai dari rumah, yaitu memulai ketahanan pangan dari rumah.

Saya sendiri saat ini sedang menggeser tanaman ornamental alias tanaman hias ke tanaman edible, tanaman yang dapat dimakan. Ini sebagai upaya menyediakan pangan segar dari rumah. Langkah kecil yang dapat dilakukan namun memiliki  berdampak positif.

Jenis tanaman edible yang dipilih memiliki kriteria mudah penanamannya, mudah perawatannya, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik. Mudah menanamnya artinya Tanaman yang dipilih mudah cara perbanyakannya misal dengan cara stek batang, selain itu tanaman juga toleran terhadap berbagai jenis tanah. Mudah perawatannya artinya tanam bandel, tidak mudah mati meski ditinggal lama dan tetap tumbuh walau jarang disiram. Terakhir memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh jika dikonsumsi. Kriteria yang cocok untuk orang kota, dimana waktunya terbatas dan suka bepergian keluar kota.

Dari tiga kriteria di atas, saya mengembangkan tiga jenis tanaman sebagai langkah awal untuk dibudidayakan di rumah menggunakan pot. Alasan menanam di pot karena keterbatasan lahan. Selain itu, menanam di pot juga lebih murah dan mudah, karena tidak memerlukan pengolahan dan persiapan lahan, serta lebih efektif waktu pemeliharaannya. Adapun ketiga jenis tanaman yang dipelihara adalah sebagai berikut:

1. Kelor

Tanaman kelor familiar dijadikan tanaman pembatas pagar di Indonesia, belakangan ini populer sebagai tanaman ajaib karena kandungan gizinya yang bagus. Kelor terbukti mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Arivin Rivaie seperti dikutip oleh swadayaonline.com, mengatakan bahwa Pemanfaatan kelor sebagai sumber pangan dan gizi keluarga merupakan salah satu cara untuk menanggulangi masalah stunting atau memperbaiki gizi keluarga. Daun kelor sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam makanan mulai dari sayur bening, kue kering, sampai bolu.

Kelor merupakan tanaman yang mudah ditanam di mana-mana, berumur panjang (perenial) dan dapat tumbuh di ketinggian 0-2000 mdpl. Tanaman kelor mempunyai adaptasi yang baik pada suhu 25-35 derajat Celcius dengan curah hujan minim. Kelor tumbuh pada kondisi ekstrim seperti tanah berpasir atau lempung dan bertahan di musim kering. perbanyakan tanaman kelor dapat dilakukan dengan penanam biji mau[un stek batang.

Daun kelor banyak manfaat bagi kesehatan. Tak heran, tanaman satu ini disebut superfood. Bahkan, Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sempat memasukkan kelor sebagai Crop of the Month di tahun 2018. Lantas apa saja kandungan gizinya, sila cek gambar di bawah ini.


Sumber: https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/393/nilai-kandungan-gizi-Buah-kelor

2. Katuk

Tanaman Katuk banyak digunakan sebagai bahan sayuran, lalap, pewarna makanan dan obat. katuk paling terkenal digunakan untuk pelancar Air Susu Ibu (ASI), karena kandungan steroid dan polifenol pada daun katuk dapat meningkatkan kadar prolaktin, hormon pelancar ASI. Banyak ragam olahan yang akan menghilangkan rasa pahitnya tanpa mengurangi kandungan gizinya. Biasanya daun katuk ini diolah menjadi sayur bening. Namun kamu juga bisa mengolahnya menjadi beragam sayur berkuah, camilan, dan banyak lainnya.

Tanaman Katuk mudah diperbanyak dengan cara vegetatif, yaitu stek batang. Dikutip dari situs Tamankupukupusukardi.my.id, Katuk dapat tumbuh baik pada daerah-daerah dengan ketinggian 1.300 m dpl. Semak tahunan ini memiliki adaptasi tropika dan subtropika serta produktif sepanjang tahun walaupun tanaman cenderung agak dorman pada cuaca dingin. Toleran terhadap panas, kelembaban, sensitif terhadap dingin dan tanah salin, pH optimal 6.

Kandungan gizi katuk dapat dilihat pada gambar berikut.


sumber: https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/417/nilai-kandungan-gizi-daun-katuk-segar

3. Ginseng jawa

Ginseng Jawa atau biasa disebut juga dengan nama Som Jawa merupakan salah satu tanaman obat yang akar dan daunnya mempunyai banyak khasiat sebagai obat tradisional. Daun Ginseng Jawa umumnya dikonsumsi sebagai makanan baik diolah maupun mentah. Daun  Ginseng Jawa biasa dimasak dengan cara ditumis.

Dikutip dari Tamankupukupusukardi.my.id, beberapa penelitian menyebut Daun ginseng jawa mengandung nutrisi seperti karbohidrat, protein, lipid, asam amino, asam askorbat, kalium, kalsium, magnesium, pektin, besi, natrium, beta karoten dan vitamin. Vitamin yang terkandung dalam Daun Ginseng Jawa yaitu Thiamin, riboflavin, niacin, vitamin c, dan tocopherol. Daun Ginseng jawa juga mengandung antioksidan.

Tanaman ini dapat ditanam di pot. perbanyakannya sangat mudah dengan stek batang. Bentuk tanaman dengan bunga pink, membuat tanaman ini dijadikan juga sebagai tanaman hias, jadi memiliki fungsi ornamental juga edible.

Selain tiga tanaman di atas, masih ada tanaman lain yang ingin dibudidayakan seperti ganyong, sorgum, dan tanaman pangan yang masuk ke golongan tanaman pengikat nitrogen, karena jenis tanaman ini mampu bertahan di kondisi cuaca ekstrim.

Pada bulan Oktober ini di mana diperingati Hari Sumpah pemuda, saya ikut mendukung kampanye #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku. Sumpah Pemuda tahun ini saya memiliki versi saya sendiri,
"Saya bersumpah untuk menanam lebih banyak tanaman pangan dan menyediakan bibit tanaman untuk dibagikan ke lingkungan sekitar saya"

Sebagai bukti nyata dari sumpah tersebut, saya sudah menyediakan sekitar 60 bibit tanaman untuk dibagikan pada bulan November tepat pada Hari Menanam Pohon. Saya juga akan mengajak lingkungan sekitar saya untuk lebih peduli tentang isu perubahan iklim. #TimeforActionIndonesia 

Akhir kata, Pangan merupakan kebutuhan paling asasi yang menentukan keberhasilan hidup kesehatan kualitas generasi penerus bahkan juga identitas. Dalam jangka panjang kekurangan pangan dan nutrisi akan melahirkan generasi yang lemah kurang tegas dan tidak produktif. Kita dapat melakukan mitigasi awal dengan menanam pohon sumber pangan dari rumah kita sendiri, baik dari halaman depan atau belakang rumah. Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan.


Referensi:
Abay, Udin. Budidaya Tanaman Kelor Dalam Pot di Daerah Perkotaan. https://www.swadayaonline.com/artikel/7419/Budidaya-Tanaman-Kelor-Dalam-Pot-di-Daerah-Perkotaan. (20 Oktober 2021)
Arif, Ahmad. 2020. Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Anonim.  Katuk, sayuran yang bagus bagi air susu ibu (ASI). http://www.tamankupukupusukardi.my.id/2021/04/katuk-sauropus-androgynus.html. (20 Oktober 2021)
Anonim. Mengenal tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). http://www.tamankupukupusukardi.my.id/2021/06/ginseng-jawa-talinum-paniculatum.html. (20 Oktober 2021)

Thursday, October 21, 2021

PENGALAMAN MEMBUAT EKOWISATA KUPU-KUPU DI KALA PANDEMI COVID-19

October 21, 2021 0
Kupu-kupu belerang baru keluar dari Kepompong instagram.com/tamankupu2sukardi


Kupu-kupu merupakan hewan yang memiliki warna sayap yang indah. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami metamorfosis. Indonesia memiliki keragaman kupu-kupu yang berlimpah. Diperkirakan 17.500 spesies kupu-kupu di dunia, tidak kurang dari 1.600 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia negara kedua pemilik kupu-kupu terbanyak di dunia. 50 persennya adalah kupu-kupu endemik yang hanya ada di Indonesia, ini merupakan kekayaan biodiversitas yang patut disyukuri.

Di tempat saya tinggal, tepatnya di kampung Gintung Kulon Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang banyak dijumpai kupu-kupu, karena dekat dengan sungai cirarab yang merupakan habitat alami dari kupu-kupu. Kehidupan kupu-kupu sendiri berkaitan erat dengan lingkungan, jika lingkungan rusak akan membuat populasi kupu-kupu dan keragamannya berkurang. Keberadaan kupu-kupu terkait erat dengan tanaman inang (foodplant), yaitu tanaman tempat ulat kupu-kupu menetas dan makan. Perlu dicatat bahwa berkurangnya kupu-kupu akan berpengaruh juga dengan berkurangnya keanekaragaman hayati, karena kupu-kupu adalah hewan penyerbuk tanaman (polinator) yang menjaga ekologi lingkungan.

Untuk mengurangi penyusutan kupu-kupu, saya tergerak untuk membuat sebuah konservasi kupu-kupu yang kemudian dibuka menjadi ekowisata. Taman ini diberi nama Taman Kupu-kupu Sukardi. Fasilitas penangkaran yang tersedia adalah rumah kepompong dan tanaman bunga. Taman bunga memiliki lebih dari 50 spesies tanaman yang berfungsi sebagai tanaman inang dan tanaman nektar (bunga untuk makanan kupu-kupu dewasa).


Manfaat dari adanya fasilitas penangkaran ini dari sisi edukasi dapat digunakan sebagai tempat pengamatan dan penelitian untuk mengetahui lebih rinci mengenai daur hidup dan perikehidupan berbagai spesies kupu-kupu. Dari sisi konservasi, pengetahuan mengenai kupu-kupu ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup kupu-kupu.


Penangkaran kupu-kupu ini dapat menjadi salah satu destinasi ekowisata di Desa Gintung Kec. Sukadiri Kabupaten Tangerang. Definisi Ekowisata Menurut The International Ecotourism Society Adalah Pariwisata Bertanggung Jawab yang dilakukan pada tempat-tempat alami, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.


Aktivitas wisatawan pada ekowisata lebih berfokus pada pengamatan dan pemahaman mengenai alam dan budaya peda daerah yang dikunjungi. Kegiatan yang dilakukan dengan mendukung aktivitas pelestarian alam. Di Taman Kupu-kupu Sukardi berupa pengamatan daur hidup kupu-kupu dimulai dari Telur, Ulat, Kempompong, sampai jadi kupu-kupu dewasa. Serta informasi tanaman yang ada di dalam kompleks taman mulai dari deskripsi tanaman, manfaat tanaman, klasifikasi ilmiah, dan syarat tumbuh. Dimana pengunjung dapat mengetahui informasi tersebut dengan menscan QRcode yang terpasang di tanaman.

Segmentasi pasar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sektor Pariwisata. Sasaran pasar dari Taman kupu-kupu Sukardi yang paling potensial adalah anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar dengan pelajaran IPA dengan tematik metamorfisis kupu-kupu. Lembaga Pendidikan adalah segmentasi utama. Selain Dari Lembaga Pendidikan, keluarga yang memiliki anak kecil dan masyarakat umum lainnya juga masuk dalam segmentasi pasar yang disasar.

Selain fasilitas penangkaran seperti taman bunga dan rumah kepompong, untuk menambah daya tarik pengunjung, khususnya anak-anak, kami membuat playground atau lapangan bermain yang ramah untuk anak-anak. Tidak hanya ramah anak, tapi juga ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ban bekas dan disulap jadi wahana bermain anak. Ini berdasarkan pemikiran Reuse yaitu konsep menggunakan barang berulang kali alias memperlama penggunaan produk sebelum didaur ulang atau berakhir di TPA.

Ban bekas dipilih sebagai material utama karena tersedia di sekitar kami. Sebagiannya didapat dengan meminta kepada bengkel dan sebagian lagi dengan cara membeli. Ban bekas, jika diolah dengan terampil oleh tangan-tangan yang ahli dalam seni rupa dapat menjadi wahana bermain menarik. Setidaknya ada empat wahana playground berupa permainan tradisional yaitu, lempar gelang, halang rintang, tempat duduk hewan, dan lapangan engklek.

Bicara soal pendanaan, pembangunan taman sampai playground tidak menggunakan dana hibah dari pemerintah. Dana yang digunakan murni dari kantong pribadi dan donasi dari masyarakat. Untuk mendukung pembangunan playground, kami membuka donasi online lewat situs kitabisa.com.


PARIWISATA ADALAH BONUS

Bagi kami pariwisata adalah bonus dari upaya konservasi yang akan dilakukan. Dari pandangan pariwisata sebagai bonus, maka kami perlu memikirkan arus pendapatan lain, selain daripada tiket agar konservasi tetap sustainable. Terlebih di kondisi pandemi covid 19 yang akses masyarakat sangat dibatasi termasuk kami yang sering sekali menutup taman untuk pengunjung. Sehingga pendapatan dari tiket masuk sangat minim.

Salah satu arus pendapatan adalah dengan menjual bibit tanaman. Pendanaan lain seperti pengumpulan donasi online juga memungkinkan untuk dilakukan. Memonetisasi situs taman kupu-kupu dengan iklan juga menjadi opsi alternatif sebagai sumber pendapatan. Intinya adalah jangan terfokus hanya pada satu pendapatan yaitu seperti tiket masuk pengunjung.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengelola ekowisata di kala pandemi adalah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung dari total kapasitas yang dapat ditampung. Sebagai pengelola harus dapat fleksibel mengikuti kebijakan yang sering berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi terkini sampai pandemi berakhir dan wisata dibuka bebas.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya bagikan kepada Pembaca sekalian.


Tulisan pertama kali terbit di berandainspirasi.id

Friday, October 1, 2021

Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

October 01, 2021 0
Artikel ini merupakan tulisan ketiga resume kelas online Pengelolaan Sampah Berkelanjutan yang saya ikuti dengan penyelenggaranya adalah SDG Academy Indonesia. Tulisan pertama Konsep sampah dan Hirarki Pengolahan Sampah dan Aspek Finansial Pengelolaan Sampah.  Silahkan baca bagian sebelumnya untuk mendapatkan informasi pengolahan sampah.

Konsep Ekonomi Sirkular


Mindset dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: “Sampah Adalah Sumber Daya”. Sampah tidak hanya barang-barang yang sudah tidak dapat digunakan tetapi dengan proses yang benar dapat menjadi barang baru. Proses pengolahan meningkatkan kembali nilai dari sampah juga mengurangi timbulan sampah. Sampah apabila dikelola dengan metode ini akan memberikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan yang baik.

Ekonomi Sirkular adalah pendekatan penerapan sistem ekonomi melingkar dengan memanfaatkan sampah untuk digunakan sebagai bahan baku industri.

Pemikiran dalam Circular Economy

1. Cradle to Cradle

Konsep ini berfokus untuk mendesain produk secara efisien sehingga menghasilkan dampak positif serta mengurangi dampah negatif dari proses pembuatan hingga menjadi sampah nantinya.
Prinsip Dasar Cradle to Cradle
  • Tidak ada konsep sampah 
  • Menggunakan energi baru  dan terbarukan
  • Merespek alam seperti merespek manusia

2. Performance Economy. 

Konsep ini berfokus kepada pendekatan “closed loop” dalam proses produksi dengan empat tujuan utama:
  • Meningkatkan Jangka Waktu Produk
  • Produk Jangka Panjang
  • Rekondisi Aktivitas
  • Pencegah Sampah
Prinsip ini menekankan pada penjualan jasa dibandingkan produk.

3. Biomimicry (Terinspirasi oleh Alam)

Pendekatannya sebagai 'disiplin baru yang mempelajari ide-ide terbaik alam dan kemudian meniru desain dan proses ini untuk memecahkan masalah manusia'. Mempelajari daun untuk menciptakan sel surya yang lebih baik adalah contohnya.
Prinsip Dasar Biomimicry" 
  • Alam sebagai model: Mempelajari model alam dan meniru bentuk, proses, sistem, dan strategi ini untuk memecahkan masalah manusia.
  • Alam sebagai ukuran: Gunakan standar ekologi untuk menilai keberlanjutan inovasi manusia.
  • Alam sebagai mentor: Melihat dan menghargai alam bukan berdasarkan apa yang dapat kita ekstrak dari alam, tetapi apa yang dapat kita pelajari darinya.

4. Industrial Ecology

Ekologi industri adalah studi tentang material dan aliran energi melalui sistem industri. Berfokus pada koneksi antara operator dalam ekosistem industri.
Tujuan utama Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan proses “Closed Loop”di mana: 
  • Limbah berfungsi sebagai masukan, sehingga menghilangkan gagasan tentang produk sampingan yang tidak diinginkan.
  • Ekologi industri mengadopsi sudut pandang sistemik, merancang proses produksi sesuai dengan batasan ekologi lokal sambil melihat dampak globalnya sejak awal, dan berusaha membentuknya agar berjalan sedekat mungkin dengan sistem kehidupan.

5. Natural Capitalism

"Modal alam" mengacu pada persediaan aset alam dunia termasuk tanah, udara, air, dan semuamakhluk hidup. Pada konteks ekonomi global di mana kepentingan bisnis dan lingkungan tumpang tindih, mengakui adanya saling ketergantungan antara produksi dan penggunaan modal buatan manusia dan aliran modal alam
Prinsip Utama Natural Capitalism
  • Meningkatkan produktivitas sumber daya alam secara radikal - Melalui perubahan radikal pada desain, produksi, dan teknologi, sumber daya alam dapat bertahan lebih lama dari yang ada saat ini. Penghematan biaya, investasi modal, dan waktu yang dihasilkan akan membantu penerapan prinsip-prinsip lainnya.
  • Pergeseran ke model dan bahan produksi yang diilhami secara biologis - Kapitalisme alam berusaha untuk menghilangkan konsep limbah dengan memodelkan sistem produksi loop tertutup pada desain alam di mana setiap keluaran dikembalikan tanpa membahayakan ekosistem sebagai nutrisi, atau menjadi masukan untuk proses manufaktur lainnya.
  • Pindah ke model bisnis "layanan-dan-aliran" - Memberikan nilai sebagai aliran layanan yang berkelanjutan daripada model penjualan barang tradisional menyelaraskan kepentingan penyedia dan pelanggan dengan cara yang menghargai produktivitas sumber daya.
  • Investasi kembali dalam modal alam - Seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia dan tekanan terhadap modal alam, kebutuhan untuk memulihkan dan meregenerasi sumber daya alam semakin meningkat.

Manfaat Circular Economy 

Menurut Wilts, (2017) berikut adalah manfaat Circular Economy:

Manfaat Ketersediaan Sumber daya:

-  Meningkatkan ketahanan sumber daya 
- Menurunkan ketergantungan terhadap impor.

Manfaat Lingkungan:

- Pencegahan terhadap sampah
- Proteksi pada perubahan iklim

Manfaat Ekonomi: 

- Peluang bisnis 
- Meningkatkan  Inovasi

Manfaat Sosial: 

- Konsumsi berkelanjutan
- Peluang mendapat pekerjaan

Kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) 

Extended Producer Responsibility (EPR) merupakan pendekatan yang memberikan tanggung jawab kepada produsen baik secara finansial maupun fisik untuk melakukan pengolahan atau pembuangan (disposal) produk dari hasil konsumsi konsumen.

Manfaat dari EPR:

  1. Mengurangi jumlah timbulan sampah pada TPA
  2. Mengurangi beban finansial dan fisik dari pemerintah daerah untuk manajemen sampah
  3. EPR berfokus untuk clean production sehingga sampah yang dihasilkan tidak lebih  berbahaya dari sebelumnya
  4. Memberikan kompetisi kepada produsen untuk menghasilkan produk yang lebih tahan lama.

Ekonomi Sirkular Bank Sampah

Bank sampah muncul sebagai inisiatif masyarakat yang mempromosikan daur ulang dengan memberikan insentif uang kepada rumah tangga yang memisahkan dan menyimpan sampah anorganik (kertas, plastik, botol PET, logam, dll).

Sistem kerja bank sampah

Tantangan Bank Sampah

  1. Partisipasi rendah 
  2. Keuntungan sedikit 
  3. Kompetisi dengan pihak swasta 
  4. Tidak mudah untuk dilaksanakan

Wednesday, September 29, 2021

Aspek Finansial Pengelolaan Sampah

September 29, 2021 0
Aspek Finansial Pengelolaan Sampah merupakan tulisan kedua resume kelas online Pengelolaan Sampah Berkelanjutan yang saya ikuti dengan penyelenggaranya adalah SDG Academy Indonesia. Tulisan pertama Konsep sampah dan Hirarki Pengolahan Sampah. Silahkan baca bagian pertama sebelum lanjut kepembahasan kali ini untuk mendapatkan informasi pengolahan sampah. 
Bank sampah



Bagian Aspek Finansial Pengolahan Sampah berkelanjutan terbagi atas tiga topik, yaitu Aspek Biaya dalam Mengelola Sampah, Aspek Pendapatan dalam Pengelolaan Sampah, dan Alternatif Pembiayaan dalam Pengelolaan Sampah.

Biaya Pengelolaan Sampah


Biaya pengolahan sampah bisa dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • Biaya investasi. Biaya ini meliputi: Persiapan Proyek, Biaya Tanah, dan Biaya Alat dan Konstruksi
  • Biaya operasional dan pemeliharaan. Biaya ini meliputi: Biaya Tenaga Kerja, Biaya Bahan Bakar, Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan.
Sumber Potensial untuk Biaya Investasi adalah sebagai berikut:
  • Pemerintah Pusat 
  • Pemerintah Daerah 
  • Donor
  • Sektor Privat 
  • Lembaga Internasional
Tantangan untuk Mendapatkan Pembiayaan Investasi
  1. Pemerintah daerah sebagai pemegang otoritas pengelolaan sampah tidak memiliki pendanaan yang cukup
  2. Banyak kota kesulitan untuk mendapatkan pinjaman untuk pengelolaan sampah
  3. Ketersediaan donor untuk permasalahan sampah hanya sedikit dan terbatas untuk negara berkembang
  4. Kondisi ekonomi membuat pembiayaan privat sulit untuk memberikan pembiayaan
Biaya Apabila Tidak Ada Pengelolaan Sampah
  1. Kesehatan Publik: Permasalahan pernafasan, keracunan sampah, penyakit seperti diare atau gastoenteritis.
  2. Polusi Lingkungan: Efek gas rumah kaca, kontaminasi air, udara dan tanah, dan kehilangan biodiversitas.
Perlu dipahami bahwa Biaya untuk melakukan pengelolaan sampah yang baik itu hanya 5-7 USD per kapita sementara untuk biaya apa bila tidak ada pengelolaan sampah yang baik bisa mencapai 20-50 USD per kapita.

Aspek Pendapatan dalam Pengelolaan Sampah

Pemulihan sumber daya merupakan aktivitas dari pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan pembiayaan untuk pengelola sampah yang berasal dari penjualan barang – barang daur ulang, kompos atau energi.
  • Daur Ulang. Pendapatan dari bahan daur ulang sangat bergantung kepada kualitas sampah yang diproses.
  • Kompos. Hasil kompos hanya dapat untuk mengembalikan maksimal 40% dari biaya yang di keluarkan.
  • Energi. Sampah menjadi energi memerlukan berbagai kebijakan untuk mendukungnya agar dapat menghasilkan.
Selain dari penjualan barang-barang hasil pengolahan sampah di atas,  pendapat juga diperoleh dari proses pengumpulan dan pembuangan. 
  • Pengumpulan. Sarana untuk mendapatkan pendapatan sebagai pemulihan biaya dari proses koleksi dimulai dari pajak properti, pembayaran utilitas, rate, atau program Pay as you throw. Sebagai catatan: Penting untuk operator untuk menentukan yang jumlah yang harus dibayar oleh rumah tangga agar dapat terjangkau.
  • Pembuangan. Salah satu sarana dari proses pembuangan adalah melalui pajak tanah. Penentuan pajak harus berdasarkan kemapuan masyarakat. Pengenaan pajak terhadap kategori sampah yang berbeda juga bisa jadi solusi. Selain itu, melalui Tipping fee (biaya layanan pengolahan sampah). Tipping fee dapat membuat tingkat daur ulang semakin tinggi dan WTE menjadi masif.
  • Lainnya. Pendapatan dapat melalui subsidi atau melalui pembiayaan.

Tantangan Industri Daur Ulang

Biaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Itu Mahal!. Salah satu operator sampah daur ulang untuk sampah plastik dan alumunium di California tutup sejak tahun 2019. Penyebab tutupnya adalah karena kenaikan biaya operasional dan harga barang-barang daur ulang yang turun. Dampak tutupnya fasilitas ini akan menyebabkan sampah akan memenuhi TPA dan juga meningkatkan kembali tingkat ekstraksi terhadap mineral.

Secara teori, meningkatnya daur ulang terutama terkait dengan barang mineral yang dibutuhkan seperti alumunium akan dapat mengurangi kebutuhan alumunium yang di ekstraksi dan menjamin keberadaan mineral secara jangka panjang.

Alternatif Pembiayaan dalam Pengelolaan Sampah

Berikut lima Alternatif Pembiayaan dalam Pengelolaan Sampah:

  • Public-Private Partnership (PPP)

PPP pada dasarnya adalah perjanjian jangka panjang antara badan pemerintah dan pihak swasta untuk menyediakan aset atau layanan publik, di mana pihak swasta diberikan serangkaian tanggung jawab, dan remunerasi didasarkan pada kinerja. Beberapa bentuk umum kemitraan publik-swasta adalah kontrak, konsesi, sewa, dan melalui persaingan terbuka.
Contoh Skema PPP di Indonesia adalah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant – Cilacap. Fasilitas RDF Plant Cilacap merupakan fasilitas yang didirikan menggantikan TPA. Setiap harinya dapat menghasilkan 50 ton RDF dari 120 ton sampah.
Fasilitas RDF ini dibangun sejak 2017 menggunakan metode sharing cost. Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Sharing cost yang dimaksudkan adalah Pemerintah Cilacap berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan operasional sementara PT SBI terkait dengan peralatan dan tenaga kerja.

  • Result/Output Base

Pembiayaan berbasis hasil adalah suatu bentuk pembiayaan donor yang dapat dianggap sebagai pembiayaan pendapatan, karena tidak ada pembiayaan yang berpindah tangan sampai keluaran yang konkret tercapai terlebih dahulu. Mitra pembangunan internasional umumnya hanya membiayai biaya investasi, yang berarti kota harus mampu membayar  biaya operasional serta biaya modal jika terjadi pinjaman. Biaya operasi biasanya meningkat dengan investasi untuk peningkatan, perluasan dan modernisasi pengelolaan limbah, dan umumnya mencapai sekitar 70% dari total biaya.
Tujuan Model ini adalah untuk memperbaharui infrastruktur yang sudah ada dan membantu orang miskin kota melalui subsidi.

  • Obligasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond)

Merupakan alat finansial untuk menarik minat investor untuk berinvestasi pada infrastruktur rendah karbon. Green Bond dapat dikeluarkan oleh Lembaga multinasional, institusi keuangan atau kota.
Contohnya Pada tahun 2018, PT SMI telah menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan dengan total fasilitas Rp3 triliun untuk sektor yang memiliki manfaat Lingkungan. 
Hingga tahun 2020, PT SMI telah memberikan pembiayaan dengan obligasi berwawasan lingkungan untuk 2 infrastruktur Energi Terbarukan dan 1 infrastruktur transportasi ramah lingkungan.

  • Climate atau Carbon Finance

Investasi dalam program mitigasi perubahan iklim dan merupakan kreasi dari produk finansial yang dapat di perjual belikan pada pasar karbon. Skema ini diperdagangkan di bawah Protokol Kyoto yang prosesnya penjualan, monitoring, verifikasi dan registrasi berada di bawah pimpinan UN.
Kredit karbon secara langsung terkait dengan pengurangan emisi gas rumah kaca benar-benar tercapai dan diverifikasi, ada insentif keuangan langsung bagi kota untuk beroperasi tempat pembuangan sampah sanitasi yang didanai donor mereka seperti yang dirancang.

  • Micro Finance

Merupakan pembiayaan skala kecil dengan memberikan jasa pinajaman untuk bisnis atauasuransi atau pembiayaan untuk rumah tangga yang tidak dapat mendapatlan akses menujuperbankan tradisional.
Tujuan Micro Finance untuk membantu usaha mikro dan kecil hingga UMKM untuk dapat berpartisipasi dalam proses pengumpulan sampah dan daur ulang agar dapat memberikanjasa yang lebih baik.
Kasus Micro Finance dalam Pengelolaan Sampah
Kerjasama antara Grameen Creative Lab  dengan The Alliance to End Plastic Waste  yang dinamakan Zero Plastic Waste City.
Zero Plastic Waste City bertujuan untuk  mengembangkan dan menyebarkan solusi  pengelolaan sampah di dua kota, dan  melibatkan masyarakat setempat untuk  mengambil kepemilikan atas sistem  pengelolaan sampah ini dan menuai  manfaatnya.
Program ini memanfaatkan pasar informal untuk menutup jalur pengumpulan dan pemilahan sampah,  sembari menyediakan pabrik pengolahan awal sampah dan solusi daur ulang / pengomposan untuk sampah yang dipisahkan.

Sunday, September 26, 2021

Konsep sampah dan Hirarki Pengolahan Sampah

September 26, 2021 0
Tumpukan sampah meluber di TPS Buaran Jati Tangerang


Sampah merupakan permasalahan yang cukup rumit di Indonesia. Banyaknya tumpukan sampah di tepi jalan merupakan pemandangan yang dapat ditemukan di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu sampah juga menyebabkan polusi lingkungan sekitar. Penanggulangan sampah berkelanjutan merupakan suatu keharusan agar sampah berkurang dan mengurangi polusi lingkungan.

Tulisan Berikut merupakan resume dari kelas online Pengelolaan Sampah Berkelanjutan yang saya ikuti dengan penyelenggaranya adalah SDG Academy Indonesia.

A. Konsep sampah

Sampah merupakan barang-barang yang sudah tidak diinginkan dan tidak digunakan lagi, atau barang-barang sisa dari sebuah aktivitas manusia. (World Bank, 2018)

Klasifikasi Sampah di Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang No 18 Tahun 2008 & Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 sampah di Indonesia dibagi kedalam tiga kelas,  yaitu:

  • Sampah rumah tangga adalah sampah yang bersal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
  • Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari Kawasan komersial, Kawasan industri, Kawasan khusus, fasilitas sosial dan fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.
  • Sampah Spesifik adalah sampah yang secara sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Sampah Spesifik yang dimaksud adalah:

1. Sampah yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

2. Sampah yang Mengandung Limbah B

3. Sampah yang Timbul Akibat Bencana

4. Puing Bongkaran Bangunan

5. Sampah yang Secara Teknologi Belum Dapat Diolah; dan/atau

6. Sampah yang Timbul Secara Tidak Periodik.

Komposisi Sampah Perkotaan Indonesia

Jenis sampah apa saja sih yang terdapat di perkotaan? Dapat lihat data  UNEP (2017) berikut: 

  1. Makanan dan Organik, 60% 
  2. Plastik, 14%
  3. Kertas, 9%
  4. Karet, 5.50%
  5. Besi, 4.30%
  6. Tekstile, 3.50%
  7. Lainnya, 2.40% 
  8. Kaca, 1.70%


Sampah Makanan di Indonesia

Sampah makanan di Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar dengan persentase 60%. Sampah makanan sendiri bisa dibedakan menjadi dua yaitu food loss dan food waste. 

Food loss timbul dari proses produksi dan pengolahan sebelum bahan makanan sampai didistribusi ritel. Sementara food waste adalah makanan yang hilang atau terbuang atau tidak layak makan pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen. Secara sederhana dapat disebut jika food loss adalah makanan yang terbuang sebelum diolah (masih bahan mentah),  sedangkan food waste adalah makanan yang terbuang setelah diolah (makanan jadi) . 

Economist Intelligence Unit memaparkan fakta tentang sampah makanan di Indonesia sebagai berikut: 

  • Sampah Makanan di Indonesia merupakan sampah yang paling dominan hingga mencapai 60% dari komposisi sampah.
  • Indonesia menempati urutan 2 sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar dengan estimasi 400 Kg/tahun/orang.
  • Proses distribusi makanan di Indonesia juga menghasilkan sampah yang tinggi.

Dampak buruk Sampah

Jumlah kebocoran sampah plastik menuju laut diprediksi sekitar 1,29 juta ton/tahun. Sementara, tingkat kebocoran sampah plastik ke perairan sungai hingga laut diprediksi lebih dari 70 persen jumlah timbulan. (Bappenas, 2019)

Dampak pengelolaan sampah yang tidak baik adalah sebagai berikut:

Lingkungan

  • Polusi air, udara, dan tanah 
  • Kelangsungan mahluk hidup terancam 

Ekonomi

  • Menurunkan harga tanah sekitar tempat sampah
  • Menghambat produktivitas 

Kesehatan 

  • Munculnya penyakit pernafasan hingga epidemi

Komunitas 

  • Kualitas hidup yang menurun


B. Hirarki Pengolahan Sampah

Hirarki Proses pengelolaan sampah dapat dibagi dalam beberapa tahapan. 

  1. Tahap pertama, Reduce yakni usaha mengurangi jumlah sampah. Contoh kegiatannya adalah berbelanja di swalayan dengan membawa tas belanja sendiri
  2. Kedua, Reuse yaitu konsep menggunakan barang berulang kali. Contoh menggunakan botol plastik bekas untuk menggantikan pot tanaman. 
  3. Ketiga, Recycle yakni sebuah ide untuk mengubah sampah menjadi material baru. Contohnya menggunakan sampah kertas untuk membuat kertas daur ulang baru.
  4. Keempat, Recovery yaitu konsep mengubah sampah menjadi energi yang dapat digunakan kembali.  Contohnya adalah pembuatan kompos atau PLTSa
  5. Disposal yakni barang yang tidak lagi digunakan dan dibuang.  Contohnya adalah sampah di TPA.

Rantai pengelolaan sampah

Rantai pengelolaan sampah berkelanjutan, dimulai dari proses munculnya sampah, pengumpulan, pengangkutan, pemindahan, tindakan, serta pemrosesan. Setiap negara memiliki prosedur tersendiri dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

1. Pemisahan Sampah

Pemisahan sampah adalah kunci agar pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Pemilahan di Indonesia dibagi kedalam 5 kategori: 

  • sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun;
  • sampah yang mudah terurai; 
  • sampah yang dapat digunakan kembali; 
  • sampah yang dapat didaur ulang; dan 
  • sampah lainnya.

Pemisahan sampah juga berbeda di setiap negara. Contoh Jerman membagi menjadi 7 jenis, Korea Selatan menjadi 4 jenis dan Jepang menjadi 38 jenis. 

2. Pengumpulan Sampah

Pengumpulan sampah dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah di tempat yang tidak seharusnya. Pengumpulan sampah merupakan kegiatan membawa sampah dari sumber sampah menuju tempat penampungan sementara (TPS) atau tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (TPS 3R).

3. Pengangkutan

Kegiatan membawa sampah dari sumber atau TPS menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) atau tempat pemrosesan akhir dengan menggunakan kendaaran bermotor yang didesain untuk mengangkut sampah.

4. Pengolahan Sampah

Pengolahan merupakan kegiatan untuk mengubah karakteristik, komposisi, dan/atau jumlah sampah.

Menurut Permen PUPR No.3 tahun 2013 tentang operasional pengelolaan sampah, pengolahan sampah meliputi: 

  1. Pemadatan. Proses untuk mengurangi timbulan sampah dengan mengubah volume sampah itu sendiri.
  2. Daur Ulang Kompos. Proses Kompos adalah proses untuk merubah sampah yang memiliki kandungan alam yang tinggi seperti sampah makanan, tanaman, atau agrikultur untuk dirubah menjadi pupuk untuk bercocok tanam. Keuntungan: Mengurangi volume sampah organik hingga 90%, Produk kompos dapat menghasilkan keuntungan. Kekurangan: Membutuhkan kontrol terkait input sampah dan pengelolaan limbah, Membutuhkan lahan yang besar dan bergantung pada iklim.
  3. Energi. Waste to Energy (Sampah Menjadi Energi) merupakan proses merubah sampah menjadi energi seperti listrik atau energi panas.

Dalam mengolah sampah ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan: 

  • Karakteristik Sampah
  • Teknologi pengolahan yang ramah lingkungan
  • Keselamatan kerja
  • Kondisi sosial masyarakat

Kunci dalam memberikan Tindakan terhadap sampah adalah pemisahan sampah.

5. Pemrosesan Akhir

  • Metode Lahan Urug Terkendali. Metode ini merupakan metode menimbun sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi dampak lingkungannya.
  • Metode Lahan Urug Saniter. Metode ini merupakan metode dengan memperhatikan aspek sanitasi lingkungan. Sehingga setiap hari akhir operasi sampah akan ditimbun dan dipadatkan sebelum ditimbun dengan tanah.



Saturday, September 4, 2021

Mengenal tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava l.)

September 04, 2021 0




Deskripsi Jambu Kristal

Jambu kristal (Psidium guajava) adalah varietas jambu biji yang sekarang banyak digemari masyarakat Indonesia. Pohon jambu kristal ini dapat tumbuh dengan maksimum ketinggian yang bisa mencapai 2 meter.
Secara umum akar pada tanaman jambu kristal ini termasuk pada akar yang tunggang. Batang tanaman jambu kristal ini memiliki bentuk yang bulat seperti batang pada umumnya. Batang dari tanaman jambu kristal ini berkayu yang keras, bahkan tak mudah untuk patah dan juga ulet. Batang tanaman jambu kristal dapat bertumbuh secara tegak dan beranting. Tanaman jambu kristal memiliki daun yang berjenis daun tunggal dengan tekstur daun yang terlihat kaku. Bunga yang dimiliki oleh tanaman jambu kristal merupakan bunga yang sempurna, terdapat bunga yang berjenis kelamin jantan dan juga betina.
Buah Jambu kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar bergelombang, ada juga yang rata tergantung varietasnya. Warna kulitnya hijau muda terang berlapiskan lilin di kulitnya. Daging buahnya berwarna putih bersih dan jernih, sangat tebal, renyah dan menjadi sedikit lunak sejalan dengan kematangan buah.

Manfaat Jambu Kristal

  • Baik mencegah untuk sistem pencernaan
  • Sumber antioksidan
  • Mengobati dan Mencegah sariawan
  • Meredakan flu
  • Menjaga kesehatan mata
  • Menjaga sistem kerja dan kesehatan jantung

Habitat Jambu Kristal

Habitat jambu biasanya ada di tanah yang memiliki ketinggian 5 – 1000 meter di atas permukaan laut, baik di tanah yang datar maupun curam dengan membuat terasering. Tempat tumbuh pohon ini akan menghasilkan pertumbuhan yang maksimal jika memiliki tingkat keasaman (pH) 6 – 6,5.

Syarat Iklim Jambu Kristal

Iklim yang pas untuk pertumbuhan jambu kristal adalah tropis dan basah. Curah hujan optimal yang dibutuhkan tanaman ini berada di kisaran 2000 – 3000 mm per tahun, dengan suhu rata-rata antara 20 – 30o C.

Klasifikasi Ilmiah Jambu Kristal

Kerajaan : Plantae          
Divisi       :  Spermatophyta          
Kelas       :  Magnoliopsida
Ordo        : Myratales     
Famili       :  Myrtaceae
Genus       :  Psidium
Spesies     : Psidium guajava  L

 

Sunday, August 29, 2021

Terlambat

August 29, 2021 0
Terlambat



Begitu risau. Tubuhku bergetar panik. Harap, galau, cemas, dan beraneka rasa bercampur aduk. Tak pernah aku mengalami hal ini sebelumnya. Seakan menanti sebuah vonis. Sementara di balik pintu kamar operasi ini, isteriku tengah berjuang.

Harap – harap cemas menelimutiku. Terlebih kejadian tadi yang membuatku resah. Masihkah ada harapan itu…

*

Pagi belum sempurna. Matahari belum penuh sinarnya.

Darah!

Aku terbelalak saat mebuka pintu kamar mandi. Kemerahan itu jelas nampak pada keputihan baju yang dikenakan isteriku.

“Kang… uuhhh… “ lirih isteriku merintih kesakitan. Ia masih terjerembab tak berdaya.

Terkesiap aku. Respon segera aku angkat dan papah ia keluar kamar mandi. Tapi, darah terus menetes. Membuat aku resah. Begitu panik aku dibuatnya.

“Mang Parmin…” teriakku panik memanggil sopirku.

Mang Parmin yang mendatangiku langsung istighfar mengetahui apa yang terjadi dengan isteriku.

“Siapkan mobil, Mang! Kita ke rumah sakit sekarang,”

“Siap, Pak,” sahut Mang Parmin yang langsung bergegas menyiapkan mobil.

Sementara keadaan istriku semakin mengkhawatirkan.

“Kang… aduh, kang… sakit… aahhh… sakit…” isteriku merintih perih. Jelas rasa sakit yang mendera itu dapat kutangkap dari raut wajahnya.

 “Iya neng. Sabar yah. Kita sekarang mau ke rumah sakit.

Mobil sudah siap. Dibantu mang Parmin aku memasukkan tubuh isteriku ke dalam mobil. Kusediakan tubuhku untuk bersandarnya. Begitu kasih aku melihatnya. Isteriku yang seorang wanita tegar dan kuat kini merintih kesakitan. Dan aku tak mampu berbuat banyak sekarang. Ah, terlebih ia sudah memasuki masa untuk melahirkan.

Aku takut. Aku takut akan keselematannya. Aku juga takut akan keselamatan bayi yang ada dalam semerbak wangi rahimnya. Aku sangat takut kalau – kalau keduanya…

Ah, segela kutepis bayang kecemasan itu. Aku harus  cepat sampai rumah sakit. Harus segera. Masih ada secercah harapan yang bakal menjadi penyinar kemilau hatiku.

Mang Parmin memacu mobil begitu kencang. Ia tahu kondisi isteriku sangat darurat. Dan aku pun berharap cepat sampai di rumah sakit.

Aku tak kuat lagi mendengar rintihan isteriku. Semakin pilu merintih. Mengadu – ngadu kesakitan. Genggaman tangannya pun makin erat. Aku hanya bisa membalas genggamannya. Membelasinya mesra seraya mengautkan hati.

“Cepat. Cepatlah sampai. Aku ingin isteriku selamat. Aku ingin calon anakku selamat. Aku ingin kedua – duanya selamat. Hanya itu. Hanya itu inginku saat ini.”

Pintaku dalam hati. Bercampur lebur semua rasa dalam hati. Kacau balau dibuatnya aku.

Tapi…

Tiiiit… tiiit…

Klakson mobil bersahutan memekakkan telinga. Macet sangat parah. Parah sekali. Perempatan Cadas yang menjadi akses utama menuju kota Tangerang itu memang biasa macet. Tapi tidak pernah sampai separah ini.

Ah paling juga macet gara-gara pa ogah yang hanya mendahulukan kendaraan yang membayar jasanya.

“Mang, teken klaksonnya. Biar cepat lewat,”

“Tapi, Pak. Macetnya parah,”

Aku menatap wajah isteriku. Merintih perih penuh kesakitan. Suami mana yang tega jika kekasih hatinya dalam kondisi seperti isteriku saat ini?

“Udah Mang klakson aja,”

Kalson mobil ditekan berkali – kali oleh mang Parmin. memekik ditengah kemacetan parah.

“Hei! Berisik!” serapah terlontar dari sopir truk berwajah garang yang berada tepat di depan mobil kami. “Enggak tahu lagi macet ya. Jangan klokson melulu. Berisik!  Emang ini jalan nenek moyang elu? Sabar dong!” lanjutnya mencaci maki.

“Bang, kamu mau lewat. Darurat,” Mang Parmin angkat suara.

Kernet mobil truk itu turun menjambangi mobil kami. Ia langsung teriak sepontan ketika melongok ke mobil kami dan melihat keadaan isteriku.

Ada orang mau lahiran. Keluar darah. Cepat kasih lewat,”

Klason mobil kembali bersahutan. Disusul teriakan orang – orang. “Ada orang mau lahiran. Keluar darah. Cepet kasih lewat…. Ada orang mau lahiran. Keluar darah. Cepat kasih lewat….” 

Aku sedikit lega. Semoga kami segera dikasih jalan.

Tapi, teriakan – teriakan itu langsung reda. Entah apa yang terjadi? Di tengah kegalauanku, tiba – tiba saja kernet truk itu menghampiri lagi mobil kami. Raut mukanya pias membiaskan rasa kecewa.

“Tetep enggak boleh lewat. Polisi yang jaga di depan tadi marah – marah dan mukulin mobil di depan…”

“Kenapa tidak boleh lewat, Bang?” tanyaku memotong pembicaraannya.

“Kata polisi, sekarang ini lagi sterilisasi jalan. Karena sebentar lagi rombongan pejabat  negera mau lewat...”

Bagai petir penjelasan kernet truk itu meluruhkan pendengaranku. Lemas tak kuasa aku terenggut daya. Ini benar – benar mimpi buruk. Bagaimana dengan keadaan darurat istriku jika keadaannya seperti ini?

Ah, aku hilang akal. Tapi, begitu marah. Marah teramat sangat. Ingin sekali aku lampiaskan amarahku.

  Terpaksa aku turun. Melangkah kesal ke arah muasal kemacetan. Dan alangkah herannya aku, arah dari kota Tangerang malah kosong melompong. Kenapa kami tidak dikasih jalan lewat.

Seorang polisi berwajah kusam hasil terpaan matahari berdiri menutup jalan.

“Pak, kenapa kami tidak boleh lewat. Istri saya lagi darurat. Sudah pendarahan” sosorku gusar.

Wajah dihadapanku sedikit gamang namun tak menghilangkan ketegasannya, “mohon maaf, pak. Tidak bisa”

“Saya mohon pak polisi, hanya satu mobil saja boleh lewat. Darurat. Soal nyawa orang ini pak. Saya mohon,” pintaku mengetuk nuraninya.

Wajah dihadapanku bimbang.

“Pak polisi, coba bayangkan kalau bapak di posisi saya.”

Polisi itu tetap diam.

“pak, saya mohon hanya kami saja yang diizinkan lewat dulu. Darurat!”

Polisi berwajah kusam itu menggelengkan kepala, “maaf, pak. Tetap tidak bisa. Ini prosedur jalan harus steril sebelum rombongan presiden lewat. Bapak tidak bisa melewati jalan ini. Sekali lagi mohon maaf. Keselamatan presiden adalah prioritas.”

Masygul aku melangkah menjauh dari polisi tersebut.

Di tengah kecamukan rasa khawatir. Ekor mata ini menangkap sebaris kalimat di papan berwarna putih. Bidan.

Langkahku tiba-tiba saja secepat kilat ke arah bangunan berwarna hijau. Kesetanan memanggil-manggil bidan.

Seorang wanita paruh baya kutarik agar mendekati mobilku. Melihat dan memeriksa kondisi istriku yang telah mengalami pendarahan.

Sesampainya di mobil. Wanita paruh baya itu beristigfar berkali-kali. Langan keibuannya menyentuh tubuh isteriku yang lemas dan parau.

Sakit seperti apa yang dirasakan istriku. Aku tak sanggup membayangkannya. Wajahnya sungguh menyiksa batinku.

“cepat bawa wanita hamil ini ke rumah sakit. Kondisnya lemah. Kalau terlambat wanita dan kandungannya bisa mati. Cepat. Cepat putar arah pokoknya bagaimanapun caranya secepatnya wanita ini dibawa ke rumah sakit!” seru ibu paruh baya.

Tak perlu dibentak dua kali. Aku langsung masuk dan meminta mang Parmin putar arah.

Lupa bilang terima kasih

Mobil berputar dengan cepat. Ngebut. Hampir menyerempet pedang siomay di tepi jalan.

Benar putar arah dan cari jalan lain. Tak peduli harus memutar. Tak peduli lebih jauh. Pokoknya harus secepatnya sampai di rumah sakit.

Mang Parmin gesit membawa mobil ke jalan alternatif. Setidaknya ada harapan.

Sungguh kesal. Kenyataan lain, setiba kea rah jalan utama. Lagi-lagi ada polisi yang memalang jalan. Tidak boleh lewat.

Aku mengumpat. Menyuruhnya minggir.

Plutuk.

Pentongan polisi menyentuh depan mobil dengan keras. Kasar menyuruh mobil berhenti.

Tak kalah marah aku bentak lagi ia. Mengatakan kondisi darurat dengan keadaan istriku.

Sang polisi melongok ke mobil. Wajah marahnya padam berubah kegamangan.

“Pak, mohon maaf. Kalau kondisi biasa bapak saya beri jalan lawat. Tapi kondisinya sekarang beda. Sebentar lagi rombongan bapak presiden lewat. Jalan harus steril.” Ujarnya prihatin sekaligus serba salah.

Aku mendengus kesal. Kenapa rombongan itu lewatnya menyiksa sekali.

Lima menit berharga terbuang percuma. Istriku antara sadar dan tidak. Kondisinya mengenaskan sekali. Amis darah menyeruak peciuman.

Aku menghela nafas panjang. Sial, rombongan ini itu lewat dengan angkuh. Sirine motor besar. Tidak boleh ada yang mengganggu rombongan. Semua mobil harus menepi, termasuk yang kondisi darurat sepertiku. Dan lebih sialnya, rombongan ini banyak sekali. Lama.

Sepuluh menit berlalu. Akhirnya rombongan penuh keangkuhan itu berlalu.

Polisi yang tadi mengatur lalu lintas langsung mengambil peran. Sepertinya dengan rasa bersalah ia langsung membukakan jalan untuk mobil kami.

Mang Parmin langsung tancap gas. Memburu sisa waktu yang ada menuju rumah sakit.

*

Baru tiga puluh menit yang lalu kami tiba di rumah sakit. Membuat rusuh dengan menabrak tong sampah. Lalu berteriak-teriak histeris minta tolong. Sungguh kacau. Di hari paling kacau.

Sekacau perasaanku sekarang. Entahlah bagaimana kondisi isteriku di ruang operasi.

Rasanya detik begitu pelan. Jangtungku detakkannya dapat ku dengar. Seberdetak suara resah jiwaku.

Hingga akhirnya keluarlah sosok berjubah putih.

“Pak, manusia hanya berusaha. Tuhannlah yang menentukan. Kondisi istri bapak sudah sangat kritis ketika di bawa ke rumah sakit. Terlambat. Mohon maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Juga nyawa kandungannya,”

Demi mendengar kalimat itu aku meraung-raung histeris. Memanggil-manggil nama istriku. Usahaku sungguh terlambat.

Dan langitpun tiba-tiba menggelap di pandanganku.

Sunday, August 22, 2021

Senandung Rindu Guru

August 22, 2021 0
Senandung Rindu Guru




Menjengkelkan  bila  di  saat  weekend yang semestinya  bisa  nyantai  malah  harus  tetap  bekerja.

Seperti sabtu pagi ini yang terasa lain bagiku. Aku tidak bisa  menghabiskan  waktu  bersama  keluarga  seperti biasanya.  Ada  tugas  untuk  mendampingi  kunjungan bapak Bupati yang akan meninjau sebuah sekolah.

Mobil terasa terbang membelah jalanan. Aku harus datang  lebih  cepat  dari  rombongan  Bupati. Kupacu semakin kencang mobil yang kutumpangi sampai ujung jalan raya. Setelah melewati erempatan, jalan yang ditempuh lumayan  ancur. Tapi mobil terus berpacu. Meliuk – liuk di tengah persawahan yang hijau dengan sungai di samping jalannya. Berjalan ke daerah yang dulu pernah kujejaki. Tempat di mana aku pernah hidup dan tumbuh besar. 


Kunjungan bapak Bupati kali ini adalah ke sebuah kampung yang masih menjadi bagian dari desa tempat kedua  orang  tuaku  tinggal.  Letak  kampungnya  di belakang desa kami. Tapi, sudah sangat lama aku tidak menginjakkan kaki ke sana.

Rombongan Bupati datang jam sebelas. Kunjungan Bapak  Bupati  kali  ini  adalah  meninjau  proses pembangunan sekolah dasar di kampung itu. Kunjungan beliau terbilang singkat. Setelah melakukan peninjauan dan  melakukan  audiensi  dengan  masyarakat  sekitar, beliau beranjak pergi untuk kunjungan kerja ke daerah lainnya.

Aku meninggalkan kampung itu sekitar jam satu siang. Mobil bergoyang menempuh jalan pulang. Jalan yang tersusun dari tanah merah dan batu – batu cadas. Melewati  Tempat  Pembuangan  Akhir  sampah  yang menyerbakkan bau busuknya ke mana – mana.

Aku memang paling malas untuk pergi ke daerah itu.  Dari  aku  yang  masih  kecil  sampai  sekarang. Walaupun  kampung  itu  masih  satu  desa  denganku. Karena semerbak wangi TPA itu yang menyesakkan dadaku. Apalagi dulu kalau mau sampai ke sana harus melewati dua jembatan bambu di dua sungai yang cukup besar dan dalam.

Mobilku  berjalan  perlahan  melewati  TPA.  Tak sengaja ekor mataku menangkap sosok lelaki yang baru keluar dari TPA itu. Lelaki itu memakai topi rimba dengan pakaian yang lusuh. Memanggul keranjang yang penuh dengan sampah dan tangannya menggenggam sebuah tongkat untuk mengambil sampah. Aku seperti mengenal lelaki itu dari perawakannya. Tapi, siapa dia?

Aku menghentikan laju mobilku. Kemudian keluar mendekati lelaki tadi. Kali ini dengan jelas aku dapat

melihat wajahnya. Ternyata…

“Pak Imral!!” Ucapku spontan mengetahui siapa lelaki tadi. Aku tak pecaya dengan apa yang kulihat. Pak Imral adalah guruku sewaktu sekolah dasar dulu. Dialah orang  yang  telah  mengajariku  menghitung  dan membaca. Dan sekarang aku melihat dia sebagai seorang pemulung. Inalillahi.

“Kamu siapa?” Tanyanya.

“Saya, Yadi. Ahmad Jayadi, murid bapak waktu di SD.” Kataku mencoba untuk mengingatkannya.

“Yadi. Ahmad Jayadi, anaknya haji Sobari!” Terka pak Imral.

“Betul, pak. Itu saya.”

“Masya Allah, sudah sukses kamu sekarang.”

“Enggak juga. Hanya pegawai pemda. Bapak kok ada di sini. Bukannya bapak seorang guru, harusnya kan

ngajar?”

“Kalau pagi saya memang seorang guru. Tapi, kalau siang, ya… beginilah kerjaan saya, nyambi jadi  pemulung.”

“Oo..Gitu! bapak mau pulang? Biar saya antar saja.” Tawarku.

“Apakah  enggak merepotkan kamu? Lagi pula badan bapak kotor. Belum lagi keranjang ini penuh  dengan sampah.”

“Enggak apa – apa kok, pak.”

Mobil  melaju  perlahan  meninggalkan  gerbang TPA.  Mengitari  jalan  di  samping  TPA  itu.  Untuk  kemudian sampai depan sebuah rumah yang letaknya tepat di belakang. Sebuah rumah bilik yang terbuat dari bambu dan kayu sebagai tiangnya.

“Selamat datang di rumah saya. Seperti inilah keadaanya. Maklumlah, rumahnya orang miskin.” Ujar  pak Imral ketika turun dari mobil.

Aku hanya diam, tercenung mengetahui rumah pak  Imral. Memang baru kali ini aku mampir ke rumahnya. Di halaman rumah itu terdapat banyak para – para bambu  untuk  menjemur  plastik.  Juga  ada  untuk menjemur beras,  lebih  tepatnya  adalah  beras  aking.

Aroma bau busuk TPA juga santer tercium. Belum lagi  kumpulan  pasukan  lalat  hijau  yang  menyerbu  dan menggerubuti  beras  aking  yang  dijemur,  sungguh pemandangan yang tak sedap dipandang.

Kata pak Imral, plastik – plastik itu dibersihkan dulu baru dijemur, setelah kering nantinya di jual ke pengumpul.  Tiap  satu  kilonya  dihargai  dua  ribu. Sedangkan botol plastik dan gelas plastik dibersihkan untuk kemudian dijual kepada pengumpul. Botol dan gelas plastik itu nantinya akan digunakan untuk tempat minuman. 

“Ayo masuk!” Seru pak Imral.

Aku pun memasuki rumah yang boleh dibilang sangat sederhana itu. Dan duduk di kursi bambu ruang tamu  rumah pak Imral yang beralaskan tanah. Aku membayangkan bila aku yang harus tinggal di sini. Rasanya aku tak sanggup untuk bertahan lama. Apalagi  harus tinggal menetap.     

“Kamu pasti habis menemani kunjungan bupati, ya?” Tanyanya yang hanya aku jawab dengan anggukkan kepala.

“Kamu pasti heran dengan apa yang kamu lihat. Kamu bingungkan ada seorang guru yang nyambi jadi pemulung?”

Aku mendesah berat. “Iya.”

“Ya,  beginilah  orang  miskin  yang  memiliki tanggungan.  Gaji  sebagai  guru  tak  cukup  untuk memenuhi biaya hidup yang semakin mencekik. Jadi, harus ada penghasilan tambahan. Ya, dari profesi sebagai pemulung  itulah  saya  dapat  duit  buat  tambahan penghasilan.”

Aku agak kaget juga mendengar penuturan pak Imral.  “Bukannya  pegawai  negeri  itu  sudah  ada tunjangannya, pak?” Tanyaku.

“Pegawai  negeri?”  Pak  Imral  mengernyitkan dahinya. “Siapa yang pegawai negeri? Saya? Saya bukan pegawai negeri, saya hanya guru honerer!” Ungkap pak Imral.

Hah, pegawai honorer? Aku tercenung tak percaya.

“Jadi selama ini bapak guru honorer?” Tanyaku setengah tak percaya.

“Ya, kamu tak salah dengar! Saya memang guru honorer dari tahun 1987 sampai sekarang. Makanya saya punya profesi lain selain menjadi guru. Kamu tahu kan berapa sih gaji honorer guru SD? Sudah habis hanya untuk beli beras saja!”

“Bukannya  ada  penerimaan  CPNS?”  Aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Memang ada. Tiap kali ada pengumuman itu saya selalu mendaftar. Bahkan direkomendsikan oleh kepala sekolah. Ikut tes dan lainnya. Tetapi tetap saja, tidak keterima juga. Padahal saya sudah yakin bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Katanya kalau mau jadi PNS harus ada pelicinnya, ya?”

“Kalau yang itu saya tidak tahu!” Jawabku datar.

Memang aku tak tahu akan hal itu. Meski desas desusnya sampai ke telinga. Aku juga heran kenapa pak Imral yang sudah lama mengabdi menjadi pendidik  masih  belum  diangkat  menjadi  PNS. Sedangkan aku yang baru selesai kuliah saat penerimaan CPNS langsung diterima jadi PNS. Di usianya yang telah melampaui angka 30 mustahil bisa diangkat PNS.

“Yang memberatkan buat saya adalah jiwa saya sebagai seorang guru. Saya tidak bisa diam berpangku tangan menyaksikan anak – anak tetangga saya tidak bisa mengecap pendidikan. Itulah yang paling berat buat saya sebagai seroang pendidik.” Kata pak Imral yang membuyarkan lamunanku.

 “Saya juga menyisihkan penghasilan saya untuk membelikan alat tulis buat mereka. Setiap sore saya mengajari mereka menulis berhitung dan membaca di rumah ini. Ya, anak – anak sini tidak sekolah karena orang tuanya tak sanggup  membiayai mereka. Saya hanya tak ingin mereka menjadi bodoh karena tidak bisa baca dan nulis. Untuk itulah saya mengajari mereka. Setelah  mereka  selesai  memunguti  sampah  di  TPA, menggembala kambing dan kerbau, atau setelah mereka pulang dari sawah.“ lanjut pak Imral.

***

Pagi ini aku sudah memilah buku – buku tak terpakai yang masih layak untuk digunakan. Rencananya  siang ini buku – buku itu akan aku berikan pada pak Imral untuk anak – anak di kampungnya. Aku memang memiliki banyak kumpulan buku. Karena hobi membacaku yang menjadikan aku sangat suka pada buku. Aku mengoleksi buku saat masih SMP sampai sekarang. Dan isteriku juga punya hobi yang sama.  Kumpulan  buku  kami  sudah  bisa  membuat perpustakaan kecil di rumah. Dari hobi membaca itulah aku dan isteriku membuka toko buku, yang lajunya diawasi oleh isteriku sendiri.

“Akang  teh lagi ngapain?” Suara lembut dengan logat Sunda milik isteriku menyapa telinga di pagi ini. 

“Lagi ngebungkus buku – buku bekas.” Jawabku singkat.

“Buat siapa?”

“Buat pak Imral.”

“Pak Imral? Saha eta pak Imral?” Tanyanya lagi.

Aku pun menjelaskan siapa itu pak Imral dan peristiwa kemarin di rumah pak Imral kepada isteriku.

“Kasihannya pak Imral teh. Puluhan tahun ngabdi jadi guru, tapi statusnya tetap honorer.”

Aku hanya bisa mendesah panjang menanggapi perkataan  isteriku  itu.  “Memang  seperti  itulah

kenyataannya, dik.”   

“Coba kalau pemimpin negeri ini kayak pemimpin Jepang. Pasti peradaban bangsa ini lebih maju.” Katanya yang  membuatku  sedikit  heran.  Emangnya  kenapa dengan pemimpin kita?

“Saat Jepang dibuat lumpuh oleh bom Atom di Hirosima dan Nagasiki, ada satu hal yang membuat Kaisar Hirohito tetap wae bersemangat. Adalah karena masih aya guru – guru yang tetap hidup. Guru – guru itulah yang mendidik orang – orang Jepang untuk bangkit dari keterpurukannya. Dan seperti apa yang kita lihat sekarang, harapan Kaisar Hirohito telah menjadi kenyataan.  Jepang  menjadi  Negara  yang  maju.” Lanjutnya.

“Dan ternyata, penghargaan yang tidak memadai terhadap guru, seperti yang terjadi di negeri kita ini, berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia yang  ada.  Begitu  maksud,  Adik?”  Tukasku  atas pernyataan Istriku itu.

“Iya. Seperti itulah maksud Adik.” Tandasnya.

Aku  menghela nafas  panjang.  Memang seperti itulah kenyataan yang ada di negeri yang kaya dengan sumber daya alamnya ini. Namun kekayaan alamnya tak terolah dengan maksimal karena kualitas sumber daya manusianya yang minim.

“Terus Akang mau ngasih buku – buku bekas itu?”

Aku  menggakukkan  kepalaku.  Membenarkan pertanyaannya.

 “Kenapa enggak buku yang baru aja. Itu buku bacaan buat anak SD kan masih banyak di toko. Enggak apa – apa kok ngasih buku baru juga.”

Aku menghentikan aktivitasku membungkus buku – buku bekas itu. Aku menoleh ke arah isteriku. “Yang

bener, Dik?”

“Iya. Kan buku baru buat SD itu masih banyak. Enggak apalah rugi saeutik mah. Itung – itung amal.”

Sahutnya mantap.

Dibantu oleh isteriku aku membungkus buku – buku itu. Setelah selesai kami membawanya ke dalam mobil. Isteriku melepas kepergianku pagi ini dengan senyum. Mobil kustarter untuk melaju. Mobil melaju dengan tenang. Sesekali kulihat buku – buku di belakang  tempat dudukku.

Sekilas terbayang wajah pak Imral tersenyum haru melihat kedatanganku. Semuanya terasa indah. Di saat seperti itulah aku bisa membahagiankan orang yang telah membuka cakrawala ilmu padaku.

Dari jalan perempatan jalan menuju TPA, aku melihat asap tebal hitam membumbung ke angkasa. Mungkin  itu  akibat  dari  pembakaran  sampah  yang dilakukan di TPA.

Semakin dekat perjalanan, semakin hitam dan tebal pula asap yang terlihat. Dari jauh kulihat kobaran api di TPA. Dan aku sempat tak percaya saat tiba di depan TPA.

 Aku melihat api berkobar tinggi di TPA dan sekitarnya. Orang – orang berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri. Api menjilati semua bangunan yang ada di sekitar TPA itu. Menghanguskan seisi TPA dan beberapa rumah di sekitarnya. Memberangus mimpi dan cita. Tak ada yang dapat diselamatkan dari kebakaran itu. Termasuk rumah pak Imral…

Negeri yang Merintih. 120212.

Untuk guru – guruku yang telah membukakan gerbang pengetahuan.