Catatan Ahmad Yunus Sukardi

Blog untuk menampung catatan cerita, mimpi, dan semua hal yang ingin Ahmad Yunus bagikan lewat tulisan.

Friday, June 17, 2022

Referensi Buku Agro dan Desa Wisata: Profil Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah - Marsono

June 17, 2022 0

Deskripsi buku Agro dan Desa Wisata: Profil Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah - Marsono


Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai topografi alam yang beragam indah dan agraris. Sembungan dengan itu, program pemerintah yang lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur kesemua desa adalah sangat tepat. Cara ini maka masing-masing potensi desa diharapkan dapat memberdayakan potensi desa menjadi desa wisata.

Buku-buku pariwisata dewasa ini telah banyak, namun buku yang membahas agro dan desa wisata masih jarang. Sementara itu perkembangan desa wisata akhir-akhir ini baik dari segi kuantitas maupun kualitas cukup pesat. Sumbangan desa wisata terhadap peningkatan pendapatan masyarakatnya juga cukup besar.

Buku berjudul Agro dan Desa Wisata (Profil Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah) memuat: pengertian agro dan desa wisata; profil desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam analisis produk, komponen daya tarik atas produk, dan secara sederhana manajemen dan pemasaran.

Buku ini merupakan rangkuman revisi dan pengembangan hasil penelitian yang penulis lakukan dalam 4 tahap yaitu:

Tahap pertama. Desa wisata Brayut, Pendowoharjo, kabupaten Sleman.

Tahap kedua. Desa wisata Krebet, Sendangsari,  Kecamatan pajangan kabupaten Bantul.

Tahap ketiga . Desa wisata bleberan, Kecamatan Playen, kabupaten Gunungkidul.

Tahap keempat. Desa wisata Candirejo, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Buku ini dapat dijadikan bahan bacaan dan rujukan baik pagi kalangan akademisi maupun praktisi dan masyarakat umum yang tertarik dengan pengelolaan pariwisata di pedesaan, khususnya yang memiliki potensi agro dan atraksi wisata.

---

Data koleksi pustakaloka nus 

Call Number : 341 Mar A

Marsono. 2019. Agro dan Desa Wisata: Profil Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 


Sunday, May 8, 2022

Cerita membuat pot tanaman dari Galon Bekas PET

May 08, 2022 0


Sampah galon sekali pakai menjadi salah satu sampah plastik yang banyak disetorkan oleh nasabah kepada bank Sampah Gintung mesra. Hal ini membuat saya terpikirkan sebuah ide untuk menjadikannya sebagai pot tanaman.

Dalam Hirarki Proses pengelolaan sampah, ide untuk mengubah galon menjadi pot tanaman disebut sebagai recycle. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Alat dan Bahan

Untuk membuat pot tanaman dari galon ini alat yang dibutuhkan adalah:

  1. Pisau cutter, untuk memotong galon 
  2. Kuas untuk mengecat
  3. Solder untuk melubangi bagian bawah sebagai alur keluar air, biar tidak tergenang (genangan air dapat menyebabkan busuk akar).
  4. Lem tembak digunakan untuk melem tutup botol pada pembuatan pot susun.
Adapun bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1.  Galon PET sekali pakai 
  2. Cat kiloan sebagai pewarna agar tampilan pot lebih menarik.

Proses pembuatan pot tanaman dari Galon Bekas PET

Pada praktiknya saya membuat dua jenis pot tanaman, yaitu yang berukuran besar memanfaatkan bagian bawah dan pot susun.

Proses pembuatan pot bagian bawah galon dapat dilihat di video berikut ini.




Proses pembuatan pot susun dari galon bekas, material yang digunakan adalah sisa dari pembuatan pot tanaman di atas, untuk detailnya   dapat dilihat pada video di bawah ini.



Pot-pot ini lebih banyak digunakan untuk tanaman hias, bukan untuk tanaman buah karena material galon dari PET.  Pot-pot galon ini, kemudian ditempatkan di taman kupu-kupu sukardi.

Sunday, March 27, 2022

Ahmad Yunus, Edukasi Lingkungan dengan Taman Mini

March 27, 2022 0


Ahmad Yunus Sukardi adalah penulis dan blogger yang memiliki kepedulian pada lingkungan. Disela hobinya menulis dia juga punya aktivitas berkaitan lingkungan. Kebiasaan hidup dan pandangan terhadap alam diwujudkan dengan bersumbangsih pada lingkungan. Ia mendirikan taman kupu kupu tak jauh dari rumahnya. Taman sederhana di atas pekarangan itu ditanami aneka tumbuhan dan berbagai jenis bunga. Ditambah sedikit fasilitas bermain anak. Untuk menghias taman kecil itu ia memanfaatkan barang bekas.

Yunus memanfaatkannya taman tersebut untuk penangkaran kupu-kupu. Kupu-kupu selain hewan polinator atau membantu penyerbukan tanaman . "Kupu kupu juga memiliki fungsi bioindikator, yang bisa mengindikasikan tingkat pencemaran suatu lingkungan. Jika banyak ditemui kupu kupu warna hitam dan gelap, menandakan lingkungan itu banyak tercemar. Jika banyak kupu kupu yang berwarna putih atau warna terang, artinya lingkungan itu belum terlalu tercemar," jelasnya, lewat unggahan video di akun Instagram @ahmad_yunus_s,

Selain menjadi tempat berselfie ria,warga memanfaatkannya taman itu untuk edukasi. Taman Kupu Kupu Sukardi ini kerap menerima kunjungan siswa Paud, yang ingin belajar metamorfosis kupu kupu. Yunus biasanya menghadiahi tamu yang berkunjung dengan bibit tanaman.

Selain kupu kupu Yunus juga mengembangbiakan hewan yang bermanfaat untuk lingkungan, diantaranya lebah Klanceng juga berfungsi sebagai polinator penghasil madu.

Yunus juga mempelopori pendirian bank sampah, Gintung Mesra. Untuk mendorong masyarakat mengatasi persoalan sampah. Ia mendidik masyarakat untuk mengolah sampahnya dengan benar. Sekali kali Yunus menggelar pelatihan pengolahan sampah. Seperti praktek membuat ecobrick, untuk mengatasi sampah plastik sekali pakai.

Artikel ini merupakan bagian dari profil 10 Besar Pejuang Iklim Inspirasiku 2022. Sumber tulisan: https://inspirasiku.pejuangiklim.id/vote

Saturday, March 26, 2022

Penghargaan Adalah Pengakuan

March 26, 2022 0

 


Penghargaan identik dengan prestasi. Di laman wikipedia disebutkan bahwa Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Tapi apakah penghargaan diberikan hanya sebatas mencapai target tertentu?

Penghargaan bagi saya adalah sebuah pengakuan. Pengakuan atas capaian yang telah diraih. Bukan hanya karena berhasil meraih suatu prestasi, misalnya menang lomba, tapi juga atas pengabdian seseorang yang telah mendedikasikan waktunya pada pekerjaan yang telah dilakoninya.

Penghargaan diperlukan untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali seseorang atas apa yang telah dilakukan dan dikerjakannya selama ini. Hal ini penting untuk mengurangi kejenuhan sesorang pada pekerjaannya. Serta merangsang agar orang itu terus berprestasi. Karena menghargai berarti memandang penting keberadaan orang tersebut dengan apa yang telah dikerjakan.

Semenjak dunia lockdown karena covid 19, saya memulai sesuatu yang baru: membuat taman konservasi kupu-kupu. Dari mulanya taman, kemudian menjadi tempat yang menelurkan berbagai aksi untuk alam. Dari taman ini kemudian lahir bank sampah Gintung Mesra dan pelatihan ecobrik.

Atas aksi-aksi yang mendorong pencegahan perubahan iklim tersebut saya masuk 10 besar Pejuang iklim Inspirasiku. Saya dilirik karena upaya Edukasi Lingkungan dengan Taman Mini.


Bagi saya penghargaan seperti ini adalah apresiasi yang melecut semangat. Terima kasih atas dukunga. Teman-teman semua.


Gintung  26 Maret 2021

Saturday, March 12, 2022

Belajar Mengenal Penyu Sisik di Taman Nasional Kepulaun Seribu

March 12, 2022 0

Halo teman-teman, Penyu merupakan organisme ikonik hidup di perairan laut. Hal tersebut dikarenakan hanya ada 7 spesies penyu yang ada di dunia. Penyu merupakan reptil laut seperti kura-kura yang mampu menjelajah dunia dengan ke empat sirip kakinya. Indonesia menjadi salah satu habitat bertelur 6 penyu dari 7 penyu yang ada di dunia. Hal tersebut karena perairan Indonesia menjadi rute perpindahan (migrasi) Penyu Laut di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia.

Nah tahukah kamu kalo dari seluruh spesies penyu, penyu sisik adalah satu-satunya spesies yang paling terikat dengan perairan tropis yang hangat. Jadi penyu jenis merupakan fauna yang dapat ditemui di perairan Indonesia. Sayangnya kini Penyu sisik adalah jenis penyu terancam punah.

Kali ini saya mengajak teman-teman untuk belajar penyu sisik di penangkaran konservasi penyu sisik di Taman Nasional Kepulauan Seribu, tepatnya di pulau Pramuka.

Liat videonya di bawah ini. 



Penyu Sisik menjadi langka karena banyak faktor. Namun mayoritas karena sering ditangkap dan diburu manusia, bahkan semenjak masih berupa telur. Telurnya sering diburu untuk dijadikan bahan makanan. Cangkangnya yang unik dan menarik  dijadikan bahan baku dalam industri kerajinan.  Ditambah lagi dengan perusakan terhadap habitat pesisir penyu, maupun yang tertangkap secara tidak sengaja oleh para nelayan, sehingga jumlah mereka telah menurun drastis hingga di ambang kepunahan.

Oh iya teman-teman, Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang berarti perdagangan penyu dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya dilarang. Menurut UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,  pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. 

Wah ngeri yah hukumannya. Makanya kita jangan mengusik keberadaan penyu. Biar penyu sisik bisa hidup damai di lautan Indonesia. Cukup untuk dilihat dan dipelajari saja. Sampai jumpa.


Monday, March 7, 2022

Mengenal Tanaman Jarak Botol

March 07, 2022 0

Jarak botol atau kadang disebut juga Jarak Bali adalah tanaman herba dengan nama ilmiah Jatropha Podagrica. Jarak botol merupakan jenis herba abadi (perennial) berekor yang tumbuh setinggi 1 meter (3 kaki). Kenapa sering disebut jaeak botol? Ini karena Caudex berwarna abu-abu kehijauan, menonjol, dan bengkak memiliki penampilan seperti botol, sehingga memunculkan sebutan jarak botol. Jarak Botol sering digunakan sebagai tanaman hias berkat penampilannya yang cukup menarik, terlebih jika sudah berbunga. 

Secara morfologi Jarak Botol memiliki daun bertangkai yang panjangnya 20-30 cm, helai daun bangun perisai, bentuknya bulat telur melebar dengan ukuran penampang 20-40 cm, bercangap 3 atau 5, taju runcing atau membulat. Bunga dalam malai rata yang bertangkai panjang, dengan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tangkai, warnanya merah oranye. Buah bentuk elips melebar, jika sudah tua akan meledak membuat biji tersebar. Hal ini membuat bibit jarak yang tumbuh berjauhan dengan tanaman induk.

Manfaat Jarak botol bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Meredakan nyeri

2. Antiradang

3. Menghilangkan bengkak

4. Pembuang racun

5. Penurun panas

Pohon jarak botol ini dapat tumbuh di berbagai media tanam. Termasuk tanaman bandel juga, dapat tumbuh meski minim perawatan. Bunganya juga mekar sepanjang tahun

Pohon ini saya beli sebagai sumber nektar untuk kupu-kupu. Selain bentuknya yang bagus, bunganya disukai hewan polinator seperti kupu-kupu dan lebah. Selain itu, tanaman ini juga menjadi tanaman hadiah untuk sekolah-sekolah yang berkunjung ke taman kupu-kupu Sukardi.




Sunday, February 27, 2022

Dokumentasi Video Playground dari Ban bekas

February 27, 2022 0

Sebelumnya Ssaya pernah bercerita tentang Mewujudkan Ide Membangun Playground Dari Ban Bekas, dimana saya bercita mulai dari ide sampai pendanaannya. Kali ini saya ingin berbagi dokumentasinya, terutama videonya. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk mendokumentasikan sesuatu yang saya but. Dokumentasi ini semoga bemanfaat untuk mereka yang ingin membuat playground dari ban bekas.

Tempat duduk zebra dan Jerapah dari Ban bekas

Salah satu sarana bermain yang kami buat untuk playground adalah tempat duduk menyerupai hewan zebra dan jerapah. Menggunakan ban bekas dan pipa paralon sebagai materialnya.



Halang Rintang dari ban bekas

Permainan yang mengasah motorik kasar anak dengan cara merangkak melewati ban. halang rintang yang saya buat terdiri dari 4 ban bekas dengan jarak tertentu. video pembuatannya dapat anda lihat di sini.



Lempar Gelang ban bekas

permainan yang mengasah motorik kasar dan konsentrasi anak. Dengan cara melemparkan gelang ke dalam botol dari jarak terntentu. Permainan lempar gelang yang saya buat menggunakan ban truck besar, botol beling sirup bekas, dan slang sebagai gelangnya. video proses pembuatannya dapat anda lihat di video berikut ini.




Monday, November 15, 2021

Ngomporin Emak-Emak Zaman Now

November 15, 2021 0
Ngomporin Emak-Emak Zaman Now


Belakangan ini saya sedang fokus untuk mengembangkan proyek mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Karena hal ini adalah hal baik yang harus disebarluaskan. Masalahnya ecobrick ini barang baru dan masih asing di sebagian masyarakat di lingkungan saya.

Saya ingin mengajak orang lebih banyak untuk terlibat aktif mengolah sampah plastik dan sampah anorganik yang sulit diurai atau didaur ulang untuk diubah menjadi ekobrik. Satu hal yang sulit itu adalah mendeliver gagasan kita kepada masyarakat luas.

Berbekal pengalaman bank sampah yang hanya sekali rapat langsung Go on. Bagaimana ibu-ibu dengan bekal karung dan buku tabungan, mau memilah sampah dan menabung sampah. Maka saya ingin melibatkan kembali ibu-ibu dalam mendeliver gagasan ecobrick ini. Alhamdulillah ada komunitas ibu-ibu yang mau diajak kerjasama untuk membuat pelatihan ecobrick pertama kali di taman kupu-kupu Sukardi.

Lumayan seru, karena sampah plastik yang mereka bawa ketika dijadikan ecobrick ternyata kurang. Padahal itu sampah plastik kalau dibiarkan menumpuk atau menimbun di tanah terlihat besar. Pelatihan ini juga memberikan wawasan baru pada ibu-ibu tersebut bahwa sampah plastik ternyata bisa diubah menjadi ecobrick. Ecobrick sendiri bisa diubah menjadi furniture seperti kursi atau atau meja, selain tentunya bisa dijadikan sebagai bata untuk bahan bangunan.


kegiatan pelatihan ecobrick ini telah dimuat di situs Beranda Inspirasi. jika ingin membaca liputannya dapat baca di https://berandainspirasi.id/ketika-emak-emak-sukadiri-bergerak-ubah-sampah-plastik-jadi-ecobrick/

Thursday, November 11, 2021

Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

November 11, 2021 0


Menerima Tamu @Tamankupu2Sukardi

Hari ini kamis, 11 November saya menerima tamu. Ada kunjungan dari anak-anak PAUDQu AL-MUKARROMAH beserta guru dan wali muridnya. 

Mereka datang untuk belajar tentang metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari fase telur, ulat, kepompong, sampai jadi kupu-kupu. Terakhir mereka praktek memindahkan ulat dari tanaman inang ke toples. Dan yang paling seru, tentu saja melepaskan kupu-kupu ke taman dalam atau ke alam bebas.

Taman Kupu-kupu Sukardi merupakan taman konservasi penangkaran kupu-kupu yang terbuka untuk umum sebagai tempat ekowisata. Sebagai taman ekologi, selain kupu-kupu juga ada binatang lain seperti bunglon, capung dan lain-lain. Taman ini juga memiliki keanekaragaman hayati dengan jumlah jenis tanaman mencapai 60 an tamanan. Tanaman terbagi atas dua kategori, yaitu tanaman inang dan tanaman nektar.

Fasilitas penunjang kegiatan ekowisata terdiri atas taman dalam, rumah kepompong, dan panel informasi. Ada juga gazebo untuk istirahat pengunjung. Taman ini juga dilengkapi area playground dengan instalasi permainan tradisional seperti engklek, egrang, batok, dan lain-lain. Cocok untuk anak-anak.

Demikianlah cerita hari kesepuluh #30harimenulismarathon. Sebagai tuan rumah, saya siap menerima anda yang ingin berkunjung ke sini. Baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jika ingin tanya lebih lanjut dm saja.



Wednesday, November 10, 2021

Tentang rumput yang menghijau di taman

November 10, 2021 0


Kalau Anda ke taman kupu-kupu Sukardi halaman depannya rumput dibiarkan tumbuh. Dulu ada yang menawarkan untuk pemasangan rumput sintetis tapi kami tolak. Tentu ada alasannya.

Dalam sebuah perjalanan ke Majalengka menemui salah satu konsumen saya yaitu PT Sumber hijau Farm. Di sana saya melihat peternakan sapinya, namun ada salah satu momen yang terekam cukup kuat di memori saya ketika Pak Rudi, penanggung jawab peternakan  di sana bercerita tentang awal mula kandang sapi di situ.

Beliau bercerita bahwa dulunya sebelum dibangun kandang sapi, lahan itu adalah lahan tandus bekas percetakan bata secara tradisional. Ada sumur dulunya tapi airnya kering. Lambat-laun dibangunlah peternakan, terus halaman dekat mess karyawan dan ruang tunggu tamu ditanami rumput jepang. Pengakuan beliau setelah ditanami rumput itu ternyata menyerap air hujan dan itu berdampak positif pada sumur yang dulunya kering sekarang  airnya selalu tersedia dan tidak pernah kering lagi.

Dilansir dari kompas.com rumput merupakan salah satu tanaman penyerap air. Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan rumput bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk meningkatkan debit air di rumah.

Saya juga merasakan tahun ini meski panasnya full, sumur kami tidak pernah kekeringan meski banyak rumah yang ambil airnya di situ. Belum lagi kolam ikan lele juga mengambil air di situ. Jadi ada guna tersembunyi dari rerumputan di taman, selain sangat tertolong tanaman ficus benjamina yang tumbuh kokoh di seberang jalan. Inilah penyerap air utama dan konservasi air paling mantap.

Saat hujan rumput ini tidak becek. Meski butuh waktu untuk menyerap air hujan, tapi tidak lama. Saya sadar betul bahwa di depan taman ada banyak tetangga yang menaruh pipa sumber airnya. Ke depan akan kami tanaman rumput wangi sedangkan seberang jalan alangkah bagusnya jika ficus benjamina yang ditanam.


Begitulah cerita hari kesembilan #30harimenulismarathon jangan anggap hina rerumputan yang bergoyang paman.


Tuesday, November 9, 2021

Kembali bermain permainan tradisional

November 09, 2021 0


Anak-anak sekarang darurat bermain outdoor. Hal ini karena terbatasnya lahan terbuka, sehingga riskan jika bermain di luar rumah yang tersisa jalanan. Akhirnya mereka lebih asyik dengan gadgetnya masing-masing. 

Berbeda dengan ketika saya kecil, ada lapangan dan kami lebih sering bermain secara outdoor, memainkan beberapa permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek dan lain-lain. Bergerak dari situ, saya menginstal beberapa jenis permainan tradisional di Taman Kupu-kupu Sukardi.

Adapun beberapa permainan tradisional tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama jungkat-jungkit. Permainan keseimbangan badan dengan jungkat-jungkit.
Kedua engklek. Engklek atau disebut juga dengan jingkring geprok di kampung kami ,merupakan permainan tradisional untuk melatih gerak motorik kasar.
Ketiga egrang batok. Egrang batok ini memanfaatkan batok kelapa dua buah yang dipasangkan tali. Cara bermainnya adalah dengan meletakkan kaki pada batok lalu tali dijepit dengan jempol dan untuk menggerakkan nya kaki dan tangan yang memegang kaki diarahkan sesuai dengan langkah kaki.
Keempat lempar gelang. Permainan tradisional yang sering ditemukan di pasar malam. Pada permainan ini pemain dilatih untuk fokus pada sasaran.
Baru ada 4 permainan tradisional yang kami Tampilkan kembali di Taman Kupu-kupu Sukardi. Tentu itu diluar halang rintang dan tempat duduk hewan dari ban bekas. Kedepannya Kami ingin menambahkan beberapa permainan tradisional seperti bakiak dan lain-lain
.
Demikianlah cerita hari ke-8 #30harimenulismarathon Jika anda ingin bernostalgia bermain tradisional datanglah ke taman kupu-kupu Sukardi dan ajaklah keluarga anda.


Monday, November 8, 2021

Kenapa Tidak ada foto makanan di Medsos saya?

November 08, 2021 0
Kenapa Tidak ada foto makanan di Medsos saya?
Salah satu warga Brazil mengais sisa sayuran (Raimundo Pacco / AFP - detikNews)




Kalau anda jeli perhatikan medsos saya baik facebook atau instagram anda akan jarang menemukan postingan tentang makanan atau minuman. Berbeda dengan kebanyakan orang, saya memang tidak suka posting makanan enak dan menggugah selera. Padahal aslinya Saya suka makan.


Ada beberapa hal yang melandasi sikap saya seperti itu. Pertama hadits Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah bersabda, "Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu" (HR. Muslim). Saya diajarkan untuk berbagi makanan, bukan berbagi foto makanan. Dan banyak hadits-hadits lain tentang keutamaan memberi makan kepada orang lain.


Kedua pernah dalam suatu perjalanan mengirim barang dengan truk, di salah satu titik pemberhentiannya saya pernah melihat orang yang makan dengan mengais makanan sisa. Ketika saya tanya dia tidak punya uang.


Ini membentuk kesan kuat dalam pikiran saya bahwa kita mungkin bisa makan enak, tapi belum tentu dengan orang lain. Ketika hendak memposting makanan saya terpikirkan kembali momen tersebut. Bagaimana kalau yang melihat postingan makanan saya di dalam kondisi lapar? Pasti rasanya tidak nyaman. Itulah yang membuat saya nyaris tidak pernah memposting makanan.


Dan saya tidak menyesali pilihan itu,  malah bersyukur apalagi di zaman pandemi covid. Karena banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan untuk makan saja sulit. Sementara untuk berbagai makanan, saya sendiri belumlah sanggup. Jadi menahan diri untuk tidak posting makanan di medos adalah pilihan yang bijak.


Tulisan ini dibuat karena saya lihat berita di Detik.com yang mewartakan Sekitar 55% populasi di Brasil kekurangan pangan selama setahun terakhir akibat pandemi. Akibatnya banyak warga Brazil yang rela mengais sisa buah dan sayur buangan. Apakah di Indonesia ada? Bisa jadi ada juga.


Perlu digaris bawahi bahwa sikap saya ini tentu tidak berlaku bagi teman-teman pelaku usaha yang yang bergerak di bidang kuliner. Saya sendiri mendorong kepada teman-teman itu untuk promosi makanan yang mereka produksi. Karena lewat makanan itulah mereka menghidupi keluarganya.

Jadi demikianlah tulisan hari ketujuh #30HariMenulisMarathon 

Sunday, November 7, 2021

Olah Nafas Pemberdayaan

November 07, 2021 0



Tiga minggu lalu, tepatnya 16 Oktober 2021, saya menulis status yang dibagikan via Instagram dan facebook, isinya sebagai berikut:

Perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah pertama. Bukan langkah seribu, kalo itu mah lari dari kenyataan. 
Bank Sampah Gintung Mesra baru dimulai. Hal pertama yang ingin didorong adalah memilah sampah rumah tangga. Sedangkan pendapatan dari menjual sampah bernilai ekonomi adalah bonus. 
Bismillah

Nah ada yang komen, semangat kakak lalu saya jawab kalau saya tidak semangatan alias santuy saja. Asli memang begitu, anda tidak akan melihat saya teriak-teriak penuh semangat melafalkan yel-yel. Lebih ajaib lagi saya malah tidur di acara seminar motivasi. 

Begini, ada belief system yang tertanam dalam benak saya. Motivasi berubah itu harus berasal dari diri sendiri bukan orang lain. Ketika saya ingin memotivasi diri saya, maka saya akan memaksa untuk melakukan itu. Contohnya tulisan ini, ini adalah pemaksaan diri untuk menulis minimal satu tulisan per hari selama 30 hari marathon.

Berangkat dari pengalaman saya, kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berasal dari kesadaran dan kemauan masyarakat sendiri akan berjalan dan lebih awet meski jalan terjal, dibandingkan program yang diturunkan oleh pemerintah dengan sokongan dananya. Aksi dari masyarakat meski tanpa acara peresmian wah dan dana mepet malah lebih sustainable dibandingkan program pemerintah yang peresmiannya gegap gempita.

Saya yang pernah mendampingi kube-kube di Tangerang Utara paham benar watak masyarakatnya. Merubah masyarakat meski itu baik, seperti memilah sampah, tidaklah mudah. Pandangan dan semangat kita sebagai pencetus belum tentu satu frekuensi dengan masyarakat kebanyakan.

Kalo belajar difusi inovasi pasti sudah tahu tentang pembagian adopter (penerima inovasi). Ada lima golongan adopter dalam teori difusi inovasi
Innovators: Sekitar 2,5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. Cirinya: petualang, berani mengambil resiko, mobile, cerdas, kemampuan ekonomi tinggi
Early Adopters (Perintis/Pelopor): 13,5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi. Cirinya: para teladan (pemuka pendapat), orang yang dihormati, akses di dalam tinggi
Early Majority (Pengikut Dini): 34% yang menjadi pera pengikut awal. Cirinya: penuh pertimbangan, interaksi internal tinggi.
Late Majority (Pengikut Akhir): 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi. Cirinya: skeptis, menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan sosial, terlalu hati-hati.
Laggards (Kelompok Kolot/Tradisional): 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional.
Pertama kali mulai pasti tidak semudah omongan Mario Teguh. Karena yang menerima gagasan kita masih terbatas. Karena itu ketika menggulirkan Bank Sampah yang diundang hanya 20 orang sebagai Early Adopter. Ketika sudah jalan dan ada manfaat ekonomis, barulah yang lain akan ikut. Tahap ini masuk ke Late Majority.

Untuk sampai ke tahap late majority itu butuh waktu dan pengorbanan. Karenanya butuh olah nafas pemberdayaan. Bukan semangat dan tancap gas di seremoni, lalu kehabisan nafas di tengah jalan dan berakhir tanpa kabar. Pelan-pelan saja dan bisa dimulai dengan langkah kecil.

Bank sampah Gintung Mesra itu dimulai dengan langkah kecil. Sekali rapat dengan 20 orang emak-emak langsung terbentuk. Dikasih modal awal buku tabungan dan karung. Seminggu sudah ada yang setor. Berjalannya waktu, lebih banyak yang minta dijemput. 

Saat penimbangan di rumah nasabah ini, mulai ada yang tanya-tanya dan mau ikut bergabung, kalo dijemput. Nah ini tantangan sekaligus peluang. Masih satu RT dan tetangga saja mintanya dijemput, padahal sudah ada gudang unit pengumpul sampah. Itulah realitanya tak semanis pandangan para birokrat pembuat kebijakan. 

Sebagai penggagas harus ikut kemauan masyarakat bukan pemerintah, termasuk jumlah minimal tabungan yang bisa diambil. Pembina kami sesuai pedoman mengatakan dana bisa diambil jika tabungan sudah ada 100 ribu dengan maksimal 50 ribu jadi harus ada saldo mengendap minimal 50 ribu. Pedoman birokratis seperti itu tidak kami pakai. Di kami minimal tabungan 20 ribu bisa diambil semuanya, gak perlu ada minimal saldo mengendap. Intinya ngapain dibuat sulit. Masyarakat itu kalo dibuat mudah akan ikut gabung dengan sendirinya. Urusan 16 % si bebal, ngapain dipikirin. Ada 20 kk saja sudah bisa jalan itu bank sampah.

Jadi demikianlah tulisan hari ke enam #30HariMenulisMarathon